14.Prinsip-Prinsip Komunikasi Efektif
Prinsip ibarat ornament atau elemen penting yang harus digunakan dalam sebuah aktivitas. Prinsip Kerja adalah Proses Benar dan Hasil Tepat. Prinsip Berumah Tangga adalah Ibadah dan Sosial. Demikian pula Prinsip Komunikasi Efektif diantaranya adalah Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble atau disingkat REACH.
1. Respect (Respek)
Respect adalah Perasaan Positif atau penghormatan diri kepada lawan bicara. Anda menghargai Lawan Bicara sama halnya dengan menghargai diri sendiri. Semua orang ingin dihargai dan dihormati dan menjadi kebutuhan setiap individu. Dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, Dale Carnegie juga menjelaskan bahwa rahasia terbesar dalam berurusan dengan manusia adalah penghargaan yang jujur dan tulus. Prinsip menghormati ini harus selalu Anda pegang dalam berkomunikasi. There will be no respect without trust and there is no trust without integrity – Samuel Johnson.
2. Empathy (Empati)
Empathy adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang tengah dihadapi orang lain. Anda mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Komunikasi akan terjalin dengan baik sesuai kondisi psikologis lawan bicara. Ber-Empati Anda harus menempatkan diri sebagai pendengar yang baik, bahkan sebelum orang lain mendengarkan kita. Stephen R Covey menjelaskan salah satu dari tujuh kebiasaan manusia efektif adalah mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti (Seek First to Understand).
3. Audible (Dapat Didengar)
Audible mengandung makna pesan Anda harus dapat didengarkan dan dimengerti. Untuk itu yang harus Anda lakukan yaitu,
Pertama, pesan harus mudah dipahami, menggunakan bahasa yang baik dan benar. Hindari bahasa yang tidak dipahami oleh lawan bicara.
Kedua, sampaikan yang penting. Sederhanakan Pesan Anda. Langsung saja pada inti persoalankarena sebagian besar orang tidak suka mendengar yang bertele-tele.
Ketiga, gunakan bahasa tubuh Anda. Mimik wajah, kontak mata, gerakan tangan dan posisi badan bisa dengan mudah terbaca oleh lawan bicara Anda. Tunjukkan kesejatian Anda dengan mengoptimalkan bahasa tubuh dan pesan.
Keempat, gunakan ilustrasi atau contoh. Analogi sangat membantu dalam penyampaian Pesan. Gunakan Ilustrasi dan Contoh Nyata.
Kedua, sampaikan yang penting. Sederhanakan Pesan Anda. Langsung saja pada inti persoalankarena sebagian besar orang tidak suka mendengar yang bertele-tele.
Ketiga, gunakan bahasa tubuh Anda. Mimik wajah, kontak mata, gerakan tangan dan posisi badan bisa dengan mudah terbaca oleh lawan bicara Anda. Tunjukkan kesejatian Anda dengan mengoptimalkan bahasa tubuh dan pesan.
Keempat, gunakan ilustrasi atau contoh. Analogi sangat membantu dalam penyampaian Pesan. Gunakan Ilustrasi dan Contoh Nyata.
4. Clarity (Jelas)
Clarity adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan. Salah satu penyebab munculnya salah paham antara satu orang dengan yang lain adalah informasi yang tidak jelas yang mereka terima. Hindari orang berspekulasi atau menafsirkan sendiri atas apa yang mereka dengar. Langkah terbaik sebelum melakukan komunikasi adalah dengan menetapkan tujuan secara jelas dan perjelas intonasi suara Anda. Sadari bahwa Anda punya tujuan dalam berkomunikasi dan sampaikan pesan Anda dengan suara intonasi suara yang baik.
5. Humble (Rendah Hati)
Sikap Rendah Hati bukan berarti Anda Rendah Diri, Rendah Hati memberikan Kesempatan kepada orang lain untuk berbicara terlebih dahulu dan Anda menjadi Pendengar yang Baik. Sikap ini membangun Rasa Hormat dan pada akhirnya Mengembangkan Respek kepada Lawan Bicara Anda. Sikap Rendah Hati Anda memberikan pamor positif bahwa Anda merupakan tempat yang tepat dalam sebuah Komunikasi Dua Arah yang saling Menguntungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar